
Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah kemampuannya meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Kualitas seorang muslim tidak hanya diukur dari banyaknya ilmu atau banyaknya pembicaraan tentang Islam, tetapi dari sejauh mana ia mampu menjaga diri dari ucapan, perbuatan, dan pikiran yang sia-sia.
Semakin banyak seseorang berbicara dan berbuat tanpa manfaat, semakin berkurang kualitas dirinya. Karena itu, sebelum berbicara atau bertindak, perlu ada pertimbangan: apakah hal tersebut bermanfaat untuk dunia dan akhirat? Kesuksesan lahir dari kemampuan fokus pada yang penting, bukan pada kesia-siaan, apalagi sesuatu yang membawa mudarat.