
Baiknya keislaman seseorang terlihat dari kemampuannya meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat, terutama dalam menjaga lisan. Orang beriman tidak mudah berbicara sembarangan, karena yakin setiap ucapan didengar oleh Alloh, dicatat oleh malaikat, dan akan dimintai pertanggungjawaban.
Lisan yang tidak dijaga dapat membuka aib diri, menampakkan penyakit hati, mengurangi ketenangan, mengganggu kekhusyukan ibadah, dan menimbulkan banyak masalah. Karena itu, setiap ucapan perlu ditimbang: niatnya baik, isinya benar, dan dampaknya positif. Semakin seseorang mampu menahan komentar, mengurangi pembicaraan sia-sia, serta memilih berkata baik atau diam, semakin bersih hatinya, tenang hidupnya, berkah waktunya, dan kuat kualitas imannya.